Kado Puitis Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, MA.
MENJEMPUT KESALEHAN INTELEKTUAL:
Mendaras Tafsir Muqashidi di Puncak Maulana
Ada hari-hari yang ditulis takdir dengan tinta cahaya, dan bagi kita, rentetan titian sejarah itu kini , senen 13 juli 2026 menemukan puncaknya yang abadi. Pengukuhan gelar Guru Besar ini bukan sekadar seremoni formalitas lembaran kertas, melainkan sebuah proklamasi spiritual dan intelektual. Ia adalah muara dari ribuan malam yang sunyi, lembar-lembar kitab klasik yang lelah dibaca, serta tetesan peluh dedikasi yang menjelma menjadi mata air ilmu yang tak pernah kering.
Di hamparan sajadah ilmu yang luas membentang,
Antum susuri setiap jengkal makna yang tersirat dan tersurat.
Tafsir Muqashidi bukan lagi sekadar diktum di ruang kelas,
Ia telah menjelma ruh, kompas, dan jalan pulang bagi pencari kebenaran.
Kini, sang waktu menunduk khidmat di haribaan sang Profesor.
Melihat kiprah antum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta pengabdian tanpa batas yang terpancar nyata di tengah ummat, gelar ini adalah penegasan yang teramat benderang. Kepakaran antum dalam menggali kedalaman hikmah dan substansi hukum Islam melalui kacamata kemaslahatan (Muqashid asy-Syari'ah) telah membawa angin segar yang menyejukkan. Antum mengajarkan kita semua bahwa agama hadir bukan untuk membelenggu, melainkan untuk menebarkan maslahat, keadilan, dan kasih sayang bagi semesta alam.
Sahabatku, gelar Agung "Guru Besar" ini laksana pohon rindang yang akarnya menghunjam dalam ke bumi keikhlasan, sementara dahannya menjulang tinggi ke langit pencapaian. Ia berdiri kokoh, siap memayungi siapa saja yang haus akan dahaga keilmuan dan kearifan. Perjalanan panjang ini adalah cerminan dari sebuah ikhtiar tanpa henti untuk menyelaraskan antara kecerdasan akal dan kelembutan budi pekerti.
Selamat & Sukses atas Pengukuhan Jabatan Akademik Tertinggi
Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, MA
Selamat melangkah di gerbang pengabdian yang lebih luas, Prof! Semoga Allah SWT senantiasa mengalirkan keberkahan, menjaga ketajaman pena, serta kejernihan hati antum dalam membimbing generasi penerus bangsa. Dari puncak tertinggi akademik ini, mari terus berjalan bersama, menebar cahaya kemaslahatan tak bertepi.
Teriring doa, takzim, dan rasa bangga dari sahabat perjuangan antum.
Gus Isqowi - Sahabat Antum